Perkuat Peran Penyuluh Pertanian, Kementan Sinergikan Kegiatan Pusat dan Daerah

Pers Pangannews

Minggu, 29 Maret 2026 10:33 WIB

news
Pertemuan koordinasi pembinaan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan, Sabtu, 28 Maret 2026, di Kantor Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. (Foto: Kementan)

Pangannews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian menyelenggarakan pertemuan koordinasi pembinaan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan pada Sabtu 28 Maret 2026 di Kantor Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Kepala Balai Besar BRMP Provinsi Sulawesi Selatan, Direktur Polbangtan Gowa, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, serta Kepala UPT Penyuluhan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan. Pertemuan ini juga melibatkan penyuluh pertanian dari 24 kabupaten/kota se provinsi Sulawesi Selatan.
 
Pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian.

Selain juga  untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme penyuluh dalam menghadapi tantangan di lapangan, termasuk dalam penerapan teknologi pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan ketahanan pangan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan program pembangunan pertanian. 

“Penyuluh tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus hadir di lapangan untuk mendampingi petani serta memastikan program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penyuluh pertanian diharapkan semakin adaptif dan responsif terhadap dinamika pembangunan pertanian. 

“Penyuluh harus mampu berperan aktif dalam mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan sistem penyuluhan pertanian melalui koordinasi yang terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

Hal ini penting untuk memastikan seluruh program pembangunan pertanian berjalan selaras, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut juga ditekankan pentingnya sinergi antara dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota dalam perencanaan program, pendampingan lapangan, serta pelaporan kinerja penyuluhan.

Penyuluh tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani.

Selain itu, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem penyuluhan pertanian. Penggunaan platform informasi pertanian, pelatihan daring, serta sistem pelaporan berbasis data diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja penyuluh sekaligus mempercepat penyebaran inovasi hingga ke wilayah terpencil.

Melalui kegiatan ini, pemerintah optimistis bahwa penguatan sistem penyuluhan pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. (NS/ADV)


Kolom Komentar

You must login to comment...