8 jam yang lalu
Pangannews.id - Kelangkaan bahan baku plastik mulai mengganggu rantai pasok program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dampaknya, pengadaan kemasan beras tersendat dan berpotensi menghambat distribusi ke masyarakat.
Merespons kondisi itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberi kelonggaran kepada Perum Bulog untuk menggunakan kembali kemasan lama produksi 2023 hingga 2025 dalam penyaluran beras SPHP tahun 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan fluktuasi bahan baku plastik berdampak langsung pada proses pengadaan kemasan baru sehingga perlu diantisipasi.
“Kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan ini membuat kita perlu membuka ruang fleksibilitas penggunaan kemasan lama. Ini penting agar distribusi tetap berjalan,” kata Ketut dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Ia menegaskan, tanpa langkah tersebut, penyaluran beras SPHP berisiko terhambat. Karena itu, pemerintah memilih opsi jangka pendek dengan memanfaatkan stok kemasan yang masih tersedia.
Namun demikian, penggunaan kemasan lama tidak boleh menimbulkan kesalahan informasi. Bapanas meminta Bulog memastikan seluruh keterangan pada kemasan sesuai dengan isi produk, termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET), mutu beras, dan tanggal kedaluwarsa.
“Penggunaan kemasan lama diperbolehkan sepanjang informasi pada kemasan sesuai dengan produk di dalamnya,” ujarnya.
Penyesuaian dilakukan dengan menambahkan stiker pembaruan informasi yang tidak mudah lepas, tidak luntur, serta mudah dibaca oleh masyarakat.
Bapanas mencatat sekitar 12,3 juta lembar kemasan periode 2023–2025 akan dimanfaatkan kembali. Bulog juga diminta melakukan sosialisasi secara luas kepada pemerintah daerah dan Satuan Tugas Pangan Polri guna menghindari kebingungan di lapangan.
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga beras SPHP masih stabil. Meski begitu, Bapanas mengingatkan gejolak harga bahan baku plastik berpotensi mendorong kenaikan harga beras hingga sekitar Rp300 per kilogram apabila terus berlanjut.
Adapun realisasi penyaluran beras SPHP menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang Maret 2026, distribusi mencapai 70,01 ribu ton. Sementara hingga 24 April, realisasi telah menyentuh 78,78 ribu ton atau naik 12,53 persen dibanding bulan sebelumnya.
Editor : Adi Permana
Kamis, 23 April 2026 11:26 WIB
Senin, 20 April 2026 12:14 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...