Warga Sampit Berebut Minyakita Seharga Rp15 Ribu per Liter

Pers Pangannews

4 jam yang lalu

news
Gerakan Pangan Murah (GMP) di kawasan Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Antara)

Pangannews.id - Ratusan warga memadati kawasan Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Kamis (21/5/2026) pagi. Mereka rela berdesakan demi mendapatkan minyak goreng subsidi Minyakita seharga Rp15 ribu per liter dalam program Gerakan Pangan Murah (GMP) yang digelar pemerintah daerah.

Sejak pagi, antrean warga sudah mengular di sejumlah lapak penjualan. Minyakita menjadi komoditas paling diburu karena harga di pasaran saat ini telah mencapai Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

“Lumayan juga harus berdesak-desakan demi mendapatkan Minyakita subsidi. Di pasar harganya sudah mahal, sedangkan di sini cuma Rp15 ribu,” kata Lia, salah seorang warga yang ikut mengantre, dikutip dari Antara.

Pembelian minyak goreng dibatasi maksimal dua liter per orang. Meski demikian, warga tetap antusias karena selisih harga dinilai cukup membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga menjelang Hari Raya Idul Adha.

Tak hanya minyak goreng, sejumlah bahan pokok lain juga langsung diserbu warga. Telur ayam, gula pasir, bawang merah, dan bawang putih bahkan habis hanya sekitar lima menit setelah penjualan dibuka.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan gerakan pangan murah sengaja digelar untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Menjelang hari besar keagamaan memang ada kecenderungan harga komoditas naik. Ditambah lagi imbas kenaikan harga BBM yang turut memicu fluktuasi di pasar,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, pemerintah menjual seluruh komoditas di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras SPHP dijual Rp58 ribu per sak, beras premium Rp77 ribu per lima kilogram, beras lokal Rp75 ribu per lima kilogram, dan gula pasir Rp17 ribu per kilogram.

Selain itu, sayur-mayur dijual dengan harga Rp5 ribu per ikat. DPKP juga menyiapkan pasokan 95 kilogram bawang merah, 60 kilogram bawang putih, 200 kilogram gula pasir, dan 60 rak telur ayam untuk memenuhi kebutuhan warga.

Menurut Yephi, membludaknya warga menunjukkan tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Ia menilai intervensi pasar seperti ini penting dilakukan secara berkala untuk meredam lonjakan harga dan mencegah kepanikan konsumen.

“Secara psikologis masyarakat pasti akan mencari tempat yang harganya paling murah. Ramainya warga hari ini menandakan harga di pasar sudah mulai meroket,” katanya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...