Pemkab Donggala Siapkan Budidaya Udang Vaname Skala Rumahan

Pers Pangannews

4 jam yang lalu

news
Ilustrasi: Udang vaname (Litopenaeus vannamei). (Foto : IPB Digitani)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan budidaya udang vaname skala rumahan dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga. Program itu disiapkan untuk membantu ekonomi keluarga sekaligus mendukung upaya penanganan stunting.

Tahap awal program dimulai lewat uji coba di area Kantor Dinas Perikanan Donggala. Pemerintah daerah ingin melihat sejauh mana budidaya udang vaname bisa berjalan efektif di lahan terbatas sebelum diterapkan lebih luas ke masyarakat.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan model budidaya tersebut dipilih karena dinilai lebih dekat dengan kondisi masyarakat pesisir yang rata-rata memiliki pekarangan rumah cukup terbatas.

“Ini langkah awal untuk mengukur efisiensi produksi dan memastikan model budidayanya bisa diterapkan di rumah tangga masyarakat,” kata Vera di Banawa.

Program itu nantinya menyasar keluarga nelayan dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kategori desil 1 dan 2. Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan ibu rumah tangga sebagai pengelola utama budidaya.

Menurut Vera, udang vaname dipilih karena memiliki nilai jual yang cukup baik dan pasar yang relatif stabil. Komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pemasukan tambahan bagi keluarga ketika hasil melaut tidak menentu.

Selain untuk dijual, hasil budidaya juga diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein keluarga. Pemerintah daerah menilai pola itu bisa menjadi salah satu intervensi untuk menekan angka stunting.

“Kalau ini berhasil, manfaatnya bukan hanya ekonomi, tetapi juga mendukung kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.

Donggala sendiri dalam beberapa tahun terakhir mulai dikenal sebagai salah satu daerah penghasil udang vaname di Sulawesi Tengah. Tambak udang berbasis alam di Desa Lalombi pada 2025 bahkan tercatat mampu menghasilkan panen hingga 52 ton per hektare.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...