2 jam yang lalu
Pangannews.id - Banjir akibat tingginya curah hujan sejak awal Mei 2026 merendam ribuan hektare lahan persawahan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemerintah kini menyiapkan bantuan benih padi gratis untuk mempercepat penanaman ulang, terutama di lahan yang mengalami gagal panen atau puso.
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara mencatat sedikitnya 2.336 hektare sawah terdampak banjir. Angka itu setara sekitar 22 persen dari total luas tanam di wilayah tersebut yang mencapai 10.600 hektare.
Dari total lahan terdampak, sekitar 77 hektare dipastikan mengalami puso atau gagal panen total. Kabupaten Konawe menjadi daerah dengan dampak paling besar.
“Konawe memang paling parah terdampak. Daerah itu selama ini menjadi salah satu lumbung pangan Sultra,” kata Pelaksana Tugas Kepala Distanak Sultra Muhammad Taufik.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyiapkan sekitar 50 ton benih padi untuk mendukung program tanam ulang di lahan seluas 2.000 hektare. Sultra sendiri telah mengusulkan bantuan penanganan lahan puso seluas 292 hektare.
Menurut Taufik, bantuan benih diprioritaskan untuk sawah yang benar-benar mengalami kerusakan total dan tidak bisa diselamatkan lagi.
“Yang dibantu tentu prioritas lahan puso karena memang harus tanam ulang,” ujarnya.
Data Distanak Sultra menunjukkan banjir paling luas terjadi di Kabupaten Konawe dengan area terdampak mencapai 1.096 hektare. Disusul Kolaka Timur 639 hektare, Konawe Selatan 288 hektare, Kota Kendari 151 hektare, Kabupaten Kolaka 112 hektare, dan Kota Baubau 50 hektare.
Meski demikian, pemerintah daerah mulai melihat tanda-tanda pemulihan seiring menurunnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Hampir 200 hektare lahan yang sebelumnya terendam dilaporkan sudah kembali normal.
Taufik menjelaskan tidak semua sawah yang sempat terendam otomatis gagal panen. Tanaman padi yang masih berada dalam fase pertumbuhan dan tetap berdiri setelah air surut masih memiliki peluang untuk pulih.
“Kalau padi hanya terendam dan tanamannya masih berdiri, ketika hujan berkurang masih bisa recovery. Tetapi kalau sudah puso tidak bisa lagi, harus tanam kembali,” katanya.
Editor : Adi Permana
Rabu, 20 Mei 2026 08:51 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 11:34 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...