Jelang Idul Adha, Harga BBM di Pertamina hingga Shell Masih Stabil

Pers Pangannews

6 jam yang lalu

news
Jelang Idul Adha, harga BBM di Pertamina hingga Shell masih stabil. (Foto : Pertamina Retail)

Pangannews.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nasional terpantau masih stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kondisi ini terjadi di tengah potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur panjang dan musim perjalanan mudik kurban.

SPBU Pertamina, Shell, bp, hingga Vivo belum melakukan penyesuaian harga dalam beberapa pekan terakhir. Stabilnya harga BBM dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk menekan biaya perjalanan saat aktivitas transportasi diperkirakan meningkat menjelang Idul Adha.

Di SPBU Pertamina, harga BBM terakhir kali berubah pada 4 Mei 2026. Untuk wilayah Jakarta, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sementara Pertamax bertahan di level Rp12.300 per liter.

BBM nonsubsidi lain seperti Pertamax Green dipatok Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo Rp19.900 per liter. Sementara untuk jenis solar, Dexlite dijual Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter.

Harga solar subsidi juga belum berubah dan tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Sementara itu, SPBU Shell yang sempat mengalami kelangkaan stok solar sejak awal tahun kini kembali menjual BBM diesel jenis V-Power Diesel dengan harga Rp30.890 per liter.

Kembalinya pasokan solar Shell dinilai menjadi sinyal membaiknya distribusi BBM nonsubsidi, terutama untuk kebutuhan kendaraan diesel dan sektor logistik.

Di sisi lain, SPBU bp juga mempertahankan harga BBM sejak awal Maret 2026. BP Ultimate masih dijual Rp12.930 per liter dan BP 92 Rp12.390 per liter.

Adapun BP Ultimate Diesel berada di level Rp29.890 per liter setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan harga.

SPBU Vivo juga belum melakukan perubahan harga sejak awal Mei. Revvo 92 masih dijual Rp12.390 per liter, sedangkan Diesel Primus berada di angka Rp30.890 per liter.

Meski demikian, harga BBM nonsubsidi masih relatif tinggi, terutama untuk jenis diesel, yang dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dunia serta biaya distribusi dan pengolahan energi global.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...