2 jam yang lalu
Pangannews.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan pemanfaatan lebih banyak produk pangan Indonesia untuk kebutuhan jemaah haji 2027. Produk pangan nasional ditargetkan sudah berada di Arab Saudi paling lambat satu bulan sebelum keberangkatan jemaah.
Target tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Monitoring Evaluasi Ekosistem Pangan Haji dan Umrah yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Yogyakarta.
Indonesia mendapat kuota 221.000 jemaah pada musim haji 2027. Jumlah tersebut menjadi peluang untuk memperluas pasar produk pangan dalam negeri melalui rantai pasok haji.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan dari dalam negeri menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan.
“Kita ingin mewujudkan kemandirian pangan dengan memberdayakan produk nasional. Kalau kebutuhan bisa dipenuhi dari dalam negeri, tidak perlu lagi mengandalkan impor,” ujar Jaenal.
Produk yang disiapkan tidak hanya bumbu dan makanan siap santap (ready to eat/RTE), tetapi juga beras, protein, buah, sayur, dan minyak. Produk pangan dari berbagai daerah serta pelaku usaha dan UMKM juga didorong masuk dalam rantai pasok tersebut.
Agar mampu memenuhi kebutuhan di Arab Saudi, pengembangan produk juga akan didukung riset dan teknologi pangan. Perguruan tinggi didorong terlibat, termasuk dalam pengembangan RTE berbasis beras nasional dan produk lokal yang dapat menyesuaikan kondisi cuaca di Arab Saudi.
Jaenal mengatakan kesiapan produk akan ditata mulai dari standardisasi, kurasi penyedia, produksi dan pengemasan, pemenuhan regulasi, hingga ekspor dan logistik.
“Peta jalan di 2027 nanti harapannya seluruh produk pangan ditargetkan siap berlabuh dan berada di Arab Saudi satu bulan sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, menyebut persentase kebutuhan pangan jemaah yang dapat dipenuhi dari produk dalam negeri dapat menjadi salah satu ukuran keberhasilan ekosistem pangan haji 2027.
“Ukuran yang bisa kita gunakan, misalnya, berapa persen kebutuhan pangan haji Indonesia 2027 yang sudah dapat kita penuhi dari dalam negeri,” ujar Tatang.
Editor : Adi Permana
Kamis, 17 September 2026 12:57 WIB
Kamis, 17 September 2026 10:02 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...