6 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire mulai mengembangkan padi biofortifikasi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan angka stunting di wilayah Papua Tengah.
Program tersebut diawali dengan penanaman perdana di Balai Benih Padi milik Dinas Pertanian setempat. Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kelompok tani.
Wakil Bupati Nabire, Burhanudin Pawennari, menilai penguatan sektor pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan di Nabire,” ujarnya.
Menurut dia, pengembangan padi biofortifikasi menjadi salah satu langkah konkret untuk menjawab tantangan pangan sekaligus persoalan gizi di daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nabire, Victor Sawo, menjelaskan varietas biofortifikasi dipilih karena memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi, terutama zink yang berperan penting bagi pertumbuhan anak.
“Dengan memproduksi beras bergizi tinggi secara mandiri, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah bisa ditekan,” katanya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi bagian dari intervensi jangka panjang untuk mengatasi masalah gizi.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan berupa bibit unggul, pupuk subsidi, serta alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani.
Komandan Lanal Nabire, Mario Marco Wainarisi, berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya, hasil pertanian meningkat sehingga masyarakat Nabire lebih sejahtera dengan kualitas gizi yang lebih baik,” ujarnya.
Balai benih yang digunakan dalam kegiatan ini direncanakan menjadi pusat pengembangan padi biofortifikasi yang akan mendukung distribusi benih ke berbagai distrik di Nabire.
Program tersebut juga melibatkan unsur TNI dan kepolisian sebagai bagian dari upaya bersama mendorong sektor pertanian di daerah.
Editor : Adi Permana
Selasa, 21 April 2026 14:59 WIB
Selasa, 21 April 2026 13:11 WIB
Selasa, 21 April 2026 13:02 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...