13 jam yang lalu
Pangannews.id - Kelangkaan minyak goreng rakyat MinyaKita kembali ditemukan di sejumlah pasar tradisional Jakarta. Kondisi tersebut membuat masyarakat terpaksa membeli minyak goreng premium dengan harga lebih mahal di tengah tekanan kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Temuan itu didapat Ombudsman Republik Indonesia saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Senen, dan Pasar Raya Johar Baru, Jakarta.
Anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar mengatakan MinyaKita tidak ditemukan di Pasar Induk Kramat Jati maupun Pasar Senen ketika sidak dilakukan pada Jumat (8/5/2026) dini hari. Sementara di Pasar Raya Johar Baru, stok minyak goreng bersubsidi tersebut hanya tersedia dalam jumlah terbatas.
“Pemerintah perlu memastikan distribusi bahan pokok berjalan optimal serta melakukan pengendalian harga secara efektif agar tidak terjadi gejolak yang merugikan masyarakat,” kata Abdul dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Meski masih tersedia di sebagian pasar, harga MinyaKita juga tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kemasan dua liter dijual Rp38 ribu atau setara Rp19 ribu per liter, lebih tinggi dibanding HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Akibat kelangkaan tersebut, banyak warga akhirnya beralih membeli minyak goreng premium yang dijual di kisaran Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per liter.
Menurut Abdul, kondisi itu membuat beban pengeluaran rumah tangga semakin berat, terutama di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Sidak yang dilakukan Ombudsman merupakan bagian dari pemantauan dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap stabilitas harga pangan di pasaran.
Selain persoalan minyak goreng, Ombudsman juga menemukan kenaikan harga beberapa komoditas lain. Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati tercatat mencapai Rp55 ribu per kilogram, lebih tinggi dari Harga Acuan pemerintah sebesar Rp41.500 per kilogram.
Lonjakan paling tajam terjadi pada cabai rawit di Pasar Raya Johar Baru yang menembus Rp100 ribu per kilogram atau hampir dua kali lipat dari Harga Acuan pemerintah sebesar Rp57 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi mulai bergerak naik ke kisaran Rp150 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha. Adapun harga telur, daging ayam, dan beras masih relatif stabil.
Di tengah kenaikan harga tersebut, Ombudsman juga menerima keluhan pedagang mengenai turunnya daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Editor : Adi Permana
Senin, 25 Mei 2026 19:03 WIB
Sabtu, 23 Mei 2026 13:05 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 19:35 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 12:56 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...